Perfect... For Me.
Pernahkah kalian merasakan bagaimana dicintai dengan begitu tulus oleh pasangan kalian?
Saya pernah. Dan sekarang masih saya rasakan. Masih ingat kisah 'Keindahan yang Diberikan Tuhan' yang pernah saya kirim? Kali ini saya akan menceritakan lovely moments yang saya rasakan bersamanya.
Saya akui kalau saya memang tipe wanita yang manja. Saya gak rela kalo kekasih saya memperhatikan wanita lain. Tapi saya yakin kalau setiap wanita di dunia ini juga gak rela kalo kekasihnya memperhatikan wanita lain. Di kisah yang lalu saya pernah menyinggung mengenai kekaguman wanita lain padanya. "Masa lalu dia melibatkan banyak wanita yang selalu menyukai dan mengaguminya." Sampai detik ini, saya masih punya keyakinan kalau banyak wanita yang masih mengaguminya.
Bisakah kalian bayangkan kalau kekasih saya se-sempurna Tau Ming She??? Hehehe. Masih inget donk, siapa Tau Ming She... Tau Ming She adalah karakter dalam komik Jepang, yang difilmkan oleh Taiwan, dengan judul "Meteor Garden." Siapa sih yang gak kenal Meteor Garden? Siapa juga yang gak kenal F4? Terus terang, saya pengagum Meteor Garden dan F4. Bahkan saya sampai membuat 1 milis khusus yang isinya foto-foto F4. Tapi maaf, milis itu hanya pribadi saya dan doi. Kebetulan, doi juga tau kalo saya suka F4, makanya dia juga kadang-kadang ikutan cariin saya gambar-gambar F4. ^-^
Ok, kembali ke soal Tau Ming She. Tau Ming She adalah seorang laki-laki yang bisa dikatakan sempurna. Kaya, ganteng, macho, berkuasa dan banyak dikagumi wanita. Sayangnya A She agak angkuh. Tapi ini tidak mengurangi kekaguman wanita pada dirinya. Mulanya saya gak suka sama A She. Saya lebih suka melihat Hua Ce Lei yang lembut, sensitif, cool dan punya wajah lebih ganteng daripada A She. Bahkan waktu saya nonton video klip Meteor Rain (Liu Sing Yi), saya sampai deg-degan liat Ce Lei yang cute abis. Masih inget deh, waktu itu tiap kali nonton video klipnya, doi saya pasti nanya terus dengan tampang iseng, 'Masih deg-degan gak?' Hehehe. Tapi semakin lama, saya jadi suka sama A She. Saya melihat adanya sisi romantis dari cinta yang lebih mendalam pada A She. Walaupun dia kaya, tapi dia tidak memilih wanita yang dari kalangan atas. Dia malahan jatuh cinta pada San Chai, seorang gadis sederhana, miskin tapi pemberani. Bahkan ke-diktator-an sang ibu, tidak membuat A She mundur dalam memiliki San Chai.
Well, Tau Ming She memang sosok laki-laki yang mendekati sempurna. Siapa yang gak mau punya kekasih se-kaya, se-ganteng dan se-macho itu? Tapi, walaupun kekasih saya bukan Tau Ming She, ada 1 sisi yang dimilikinya, yang membuat saya bisa mengatakan kalo dia mirip dengan Tau Ming She. Dia memiliki cinta yang mendalam pada saya, seperti halnya cinta Tau Ming She pada San Chai.
Walau saya tidak se-cantik San Chai, tidak se-manis San Chai, tidak se-menarik San Chai, tapi saya boleh berbangga diri karena saya memiliki kekasih se-sempurna Tau Ming She.
San Chai pernah bertanya, 'Di sekelilingmu banyak wanita yang cantik, menarik, kaya dan bergaya. Kenapa kau memilihku?'
Itu juga yang pernah saya tanyakan pada kekasih saya. Dan dia hanya menjawab, 'Aku cinta kamu karena kamu adalah kamu. Karena kamu begitu baik, begitu penuh perhatian, begitu menyayangi aku. Aku cinta kamu apa adanya. Apa adanya, karena memang yang ada padamu adalah yang terbaik buat aku.'
Siapa wanita yang tidak terharu mendapat jawaban seindah itu? Siapa wanita yang tidak bahagia mendapat jawaban setulus itu? Yang pasti, bukan saya.
Terus terang, gak semua seindah seperti yang saya inginkan. Ada masa-masa di mana saya merasa sangat sedih atas sikap dan perbuatan dia. Tapi setiap kali saya merasa sedih, dia pasti langsung mengingatkan hal-hal yang indah yang pernah terjadi. Dia mengingatkan gimana senengnya waktu kami pertama kali bertemu dan lunch bareng di Chicago Ribs, waktu surprise date ngeliat indahnya sunset di Pantai Mutiara, waktu pertama kali dia ajak saya dinner di PIK Garden Cafe (dan akhirnya 2 tempat terakhir itu jadi tempat favorit saya kalo lagi pingin mesra-mesraan), gimana gugupnya saya waktu pertama kali dipertemukan dengan orang tuanya, gimana berdebar-debarnya saya waktu kasih surprise pertama kali buat dia pas dia ultah, gimana surprisenya waktu dia ajak saya ke Empire Grill for romantic dinner (it's romantic, indeed!), waktu seru-seru nyari buku di bursa buku Gramedia, gimana girangnya waktu akhirnya jadi juga cuti bareng en senang-senang ke Dufan berduaan, bahkan kami sama-sama gak nyangka kalo doi diajak ikutan nginep bareng keluarga saya di Sol Elite Marbella (Anyer), dan masih banyak lagi moment-moment indah yang saya lewatkan bersama dia.
Sekali lagi saya bisa berbangga diri karena saya memiliki kekasih seperti dia. Kekasih yang selalu ingin membahagiakan saya. Kekasih yang selalu ingin menjadikan saya satu-satunya. Kekasih yang sempurna. Hehehe. Tapi, jangan mendebat masalah kesempurnaan. Memang gak ada manusia sempurna. Saya pun akui itu. Tapi dalam hubungan saya dengan dia, I believe that he's perfect... For me.
Dedicated to Michael, My "Angel."
PS: I Love You.