MY Lovely Wedding
Sejak pertama saya kenal dia, saya sudah tau bahwa he's the one. Tapi, sekarang... saat saya sudah benar2 menjadi pasangan hidupnya, saya masih suka takjub. Takjub karena saya bisa memiliki pasangan hidup yang benar2 mengerti dan mencintai saya. Kisah cinta kami sudah banyak membuat orang terheran2. Komentarnya macam2, dari yang tidak percaya sampai yang turut bahagia.
Setelah melewati banyak rintangan dan cobaan, kami menikah.
31 Agustus 2003.
Pencatatan sipil dilakukan di Gereja St. Ignatius Loyola, di Jalan Malang, deket Pasar Rumput. Sempat terhambat, karena tukang foto belum datang. Tapi, pencatatan sipil dapat segera kami laksanakan dengan baik.
Sakramen pernikahan juga kami lakukan di Gereja St. Ignatius Loyola. Romo FX Pranataseputra yang mengukuhkan janji pernikahan kami. Dengan diiringi lagu "Ave Maria" oleh paduan suara Lingkungan Antonius Fernandes I, kami memasuki gereja. Jantung saya berdebar keras. Rasanya seperti mimpi. Saya berjalan di samping Michael, memakai gaun indah buatan tangan Mama tercinta. Sekilas saya menoleh ke samping, melihat Michael, sambil bertanya2, apakah Michael juga berdebar2 seperti saya. Senyuman Michael membuat saya sedikit tenang. Ya, saya yakin saya akan sanggup melewati hari ini.
Suara saya bergetar saat membaca janji pernikahan.
"Di hadapan Imam, para saksi serta umat yang hadir di sini, Saya, Josephine Aurellia Yenny Widjaja menyatakan dengan sungguh-sungguh dan dengan tulus hati serta dengan niat hati yang suci memilih Sebastianus Michael Sujantono yang berdiri di sisi saya ini, mulai sekarang menjadi suami saya. Saya berjanji akan setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit dan sanggup dengan sepenuh hati mencintai, mengasihi, membahagiakan serta menghormati engkau seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini."
Isak tangis tak dapat kami tahan saat menghampiri kedua orang tua kami. Ucapan terima kasih kepada mereka yang telah merawat kami dengan baik, dan permohonan maaf atas segala perbuatan kami selama ini, kami ungkapkan lewat peluk dan cium tanda cinta.
Diiringi lagu indah "From This Moment On," kami melakukan penandatanganan Akte Pernikahan. Dan setelah menyerahkan bunga ke altar Bunda Maria, selesai sudah acara sakramen pernikahan kami.
06 September 2003.
Jam 4 pagi, saya diantar Papa ke Cucu Bridal, Mangga Besar. Sekitar 1-2 jam, wajah ngantuk saya sudah berganti dengan wajah cantik khas seorang pengantin. Setelah itu, saya menunggu Michael yang akan datang untuk menjemput saya. Michael sendiri sudah sibuk dengan acaranya di rumah kami, di Puri Metropolitan. Tak lama kemudian, Michael tiba. Setelah disambut dengan segala tata cara Chinese wedding, Michael akhirnya sampai juga di hadapan saya. Kami ditangani oleh fotografer yang mengarahkan kami untuk bergaya. Setelah gono-gini, selesai sudah acara foto2 penjemputan pengantin.
Acara teh-pai kami lakukan tidak terlalu lama, berhubung kami sudah tau tata caranya. Kebetulan kedua kakak perempuan saya juga melakukan tradisi ini, sehingga tidak terlalu menyulitkan.
Sekitar jam 10:30, kami berdua naik mobil pengantin menuju Cucu Bridal. Biasanya sebelum pesta, pengantin harus melakukan touch-up supaya saat pesta resepsi tetap keliatan segar dan cantik. Setelah itu, kami lanjut menuju Restaurant Sentral di Tomang. Sempet BT gara2 macet, tapi tak lama kami sampai juga di sana.
Rasanya bahagia sekali saat saya berjalan di samping Michael memasuki ruangan. Berpuluh2 bahkan beratus2 mata memandang kami. Di depan kami berdua, keponakan saya - Victoria - dan keponakan Michael - Samantha - berjalan dengan bangga sambil menabur-naburkan kertas kilap2 kecil sepanjang karpet merah. Setelah sampai di depan, kami dan para orang tua menempati posisi masing2. Setelah acara pemotongan kue pengantin, kami memberikan kue pengantin ke para orang tua. Setelah itu, kami saling memberikan kue pengantin, dan terakhir adalah Wedding Kiss. Malu rasanya diliat sebegitu banyak orang. Tapi, apa mo dikata, memang itu yang harus kami lakukan. Deg2an rasanya saat bibir kami saling mengecup. Dan selesai sudah. Indah. Indah sekali.
Lelah. Itu yang kami rasakan bersama. Tapi kami bahagia. Acara dapat kami selesaikan dengan baik. Dan kami pun siap pulang ke rumah untuk melakukan teh-pai dengan keluarga Michael. Setelah acara teh-pai, kami berfoto di kamar pengantin. Walaupun letih, kami berhasil melakukan dengan cukup baik. Dan, kali ini, selesai semuanya.
Malam Pertama.
Indah. Seindah yang selalu kami bayangkan. Bahagia rasanya menatap dirinya terbaring di sisi saya. Bahagia rasanya memeluk dirinya tanpa takut harus melepasnya lagi untuk pulang ke rumah. Bahagia rasanya saat tahu bahwa kami berdua sudah menjadi satu. Satu hati. Satu cinta.
Dedicated to Michael, my husband.
I'll never regret the day you became mine.
I love you, for the rest of my life.