Friday, May 28, 2004

Nobody But You

Nobody But You

Selama ini saya mengira kalo kekasih saya itu gak pernah mengkhawatirkan apa pun. Dia selalu tenang. Gak pernah grasa-grusu. Gak pernah cemburuan. Pokoknya bener-bener tenang. Dia sendiri pernah bilang kalo dia gak takut kehilangan saya. Dia yakin kalo saya gak akan ninggalin dia atau melakukan hal-hal yang akan menyakitkan dia. Tapi ternyata ada hal yang selama ini dia ingin saya lakukan untuknya.

Tepat pukul 00:00 dini hari, handphone saya berbunyi nyaring. "Happy Birthday, Sayang," suara mesranya membangunkan saya tepat di hari ulang tahun saya. Senang rasanya mendapat ucapan selamat pertama kali dari kekasih tercinta. Setelah itu menyambung sms dari Papa saya. Padahal si Papa kan lagi di kamar bawah, tapi sempet-sempetnya ngasih ucapan via sms. Setelah itu, teman kantor saya yang lucu juga menyempatkan diri sms saat hampir jam 1 pagi. Karena ini hari Sabtu, jadi saya gak kerja. Makanya dia mesti pake sms. Anyway, hari ulang tahun saya yang ke-27 diawali dengan sangat bahagia.

Jam 8 kurang, doi udah datang. Padahal saya lagi asyik mandi. Sekeluar dari kamar mandi, doi udah berdiri manis sambil menyembunyikan tangannya ke belakang. Sekuntum mawar merah yang cantik tak lama menjadi milik saya. Senang rasanya, walaupun saya tahu kalau dia gak sempat membeli kado untuk saya, mawar itu sudah lebih dari cukup buat saya. Apalagi dia juga udah ngasih voucher makan di Domus Restaurant yang dia dapat dari point Amex Credit Card. Dia juga menyempatkan diri untuk membuat kartu ulang tahun yang manis. Setelah itu saya dipanggil Mama saya untuk membicarakan masalah barang-barang yang akan dibawa ke rumah kami. Lagi asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba doi manggil. Di tangannya udah ada roti coklat dikasih lilin kecil warna pink. Lucu. Gak nyangka. Surprise. Pokoknya terharu biru deh. Make a wish. Fhuuuh, lilin pun saya tiup. Langsung saya peluk dan cium dia, "Makasih Sayang..."

Setelah itu, kami berdua berangkat ke rumah kami. Sesampai di sana, saya langsung beresin barang-barang yang kami bawa. Tak lama, Papa saya udah telpon. Mereka semua udah nunggu kami di Glosis, Mal Puri Indah. Kami emang rencana untuk makan bareng, sekaligus merayakan ultah kakak saya, adik saya dan saya, yang berulang tahun di bulan yang sama. Setelah menikmati makan enak, kami berdua balik lagi ke rumah. Melanjutkan beres-beres yang tertunda.

Senang rasanya menikmati kebersamaan kami. Saya membereskan kaset-kaset koleksi saya, dia tiduran membaca buku-buku saya yang udah disimpan di rak buku. Kami saling bercanda, saling menikmati rumah kami. Gak sabar rasanya untuk tinggal bareng di rumah.

Hampir jam 4 sore. Selesai mandi, saya masih sibuk beres-beres di dapur. Secepat kilat deh, soalnya kami mau langsung Candle Light Dinner di Domus Restaurant. Setelah selesai, saya langsung ke kamar tidur untuk mengambil tas saya. 'Loh? Kenapa kartu ulang tahunnya ada di ranjang? Rasanya saya gak ngeluarin kartu itu dari tas? Tapi??? Kok kartunya beda?' Saya perlahan mendekati ranjang untuk melihat kartu itu lebih dekat. Di balik kartu itu ada sebuah kotak berwarna merah yang cantik sekali. Perlahan saya baca isi kartu itu. Tertulis di dalamnya kata-kata indah dari Michael. "To My Sweetheart, You're a lovely girlfriend. * Time really flies when I'm with you. But I hope time can stop still for this day, so I can see your beautiful happy face all the time.* Michael."

Tersedu-sedu saya di samping ranjang. Sambil berlutut menikmati indahnya cinta. Masih terisak-isak, saya berdiri dan langsung memeluk Michael yang sudah beberapa waktu berdiri di depan pintu. Michael memeluk saya dengan erat, menenangkan saya yang masih meneteskan air mata. Lalu, dia mengajak saya untuk membuka hadiah darinya.

Saya bukan tipe cewe yang suka pake kalung, pake arloji, pake gelang, dan sebagainya. Tangan saya selalu polos, tanpa embel-embel. Saya cuma pake arloji kalo saya pergi ke pesta atau pergi makan di restaurant yang keren. Dan saya cuma punya 1 arloji. Itu pun bukan saya yang beli. Sebelum kenal dengan Michael, saya pernah dekat dengan seorang pria. Entah bagaimana, saat ulang tahun saya yang ke-25, dia membelikan saya hadiah arloji yang mahal. Dan, arloji itu yang selalu saya pakai ke pesta atau ke restaurant.

Saat saya membuka kotak berwarna merah itu, saya melihat arloji yang cantik sekali. Takjub rasanya. Saya gak nyangka kalo dia begitu sayangnya sama saya, sampai membelikan barang sebagus itu. Saya ambil arloji itu dan langsung saya minta dia pakaikan. Cara pakainya unik, karena bentuk talinya yang seperti ban pinggang. Pokoknya bagus banget deh. Terus terang, saya masih merasa takjub. Sampai saat ini pun, sembari menulis kisah ini, saya masih diliputi rasa takjub.

Satu kalimat yang diucapkan Michael membuat saya yakin kalau dia selama ini pun punya sedikit rasa gak nyaman, entah itu yang namanya cemburu atau bukan. Dia cuma mengatakan, "Mulai sekarang, kamu gak perlu lagi pake arloji yang dikasih sama orang lain." Saya sadar, dia gak ingin ada yang lain. Cuma dia. Gak ada yang lain. Dan itu yang akan selalu saya berikan padanya seumur hidup. Cinta saya hanya untuk dia. Gak ada yang lain.

Dedicated to Michael.
Thank you for the:

* 00:00 first call
* hugs and kisses
* sweet red rose
* yummy chocolate croissant
* cute candle
* beautiful watch
* nice candle light dinner (excluding the glass accident... ^-^)
* the beautiful wedding rings (I Love You, Honey...)
* delicious your-Mom-made marmer cake (always the best...)

I can't wait to see what my next surprise on my next year birthday.
^-*