Surprise...
23 Juli 2005, saya dan Michael berangkat ke Bandung lagi. Michael udah janji mo ajak saya jalan-jalan ke Bandung dalam rangka ulang tahun saya. Jadilah kami jam 06:00 pagi berangkat. Jalanan menuju Bandung sudah mulai ramai. Ternyata banyak juga orang yang ke Bandung. Sepanjang jalan tol Cipularang, saya melihat pemandangan yang indah. Waktu pergi awal bulan Juni kemarin, jalanan agak berkabut, sehingga pandangan saya terhalang. Sekarang baru saya bisa melihat lebih jelas bukit-bukit yang menjulang tinggi di kejauhan.
Sesampai di Bandung, kami terkena kemacetan di ujung Terusan Pasteur. Setelah lewat lampu merah, kami langsung menuju Cihampelas. Sayangnya Karya Umbi masih belum buka, jadi kami menyusuri jalanan menuju Oleh-oleh Bandung. Di sana kami membeli bermacam-macam keripik kesukaan Michael. Setelah puas, kami langsung meluncur ke Kartika Sari di Jalan Juanda. Kemarin siang saya sudah telepon untuk pesan Brownies Kukus Adinda buatan Kartika Sari dan Brownies Keju Spesial-nya. Keponakan saya, Ravel dan Rimsky, doyan banget Brownies Kukus, jadinya kakak saya special titip untuk dibawa pulang.
Setelah selesai belanja, kami langsung ke Susu Murni (Sumur) di Lembang. Well, kayanya Sumur udah jadi tempat favorit kami berdua kalo ke Lembang. Di sana kami pesan susu coklat dingin, roti bakar coklat, dan sepiring nasi goreng. Kami berlama-lama di sana menikmati dinginnya hawa di Lembang. Setelah kenyang, baru kami berburu hotel. Kami mampir di Grand Hotel Lembang. Dengan harga weekend Rp 310.000,- untuk kamar standard, kami kurang puas dengan kondisi kamarnya. Apalagi ada 3 company yang sedang mengadakan gathering. Jadi situasi ramai sekali. Akhirnya kami tidak jadi menginap di sana. Kami turun lagi, dan sampai di Hotel Tiara. Konsep hotelnya lumayan unik, tapi tempatnya sepi. Cuma ada 6-7 kamar. Dengan harga Rp 110.000,- sampai Rp 170.000,- rasanya sayang menempati kamar yang relatif kecil. Akhirnya kami tiba di Hotel Alam Permai. Dan untungnya masih ada 1 kamar yang kosong. Jadilah kami menginap lagi di Alam Permai. ^-^
Sore itu kami habiskan waktu di kamar saja. Maklum, Michael pasti lelah setelah mengemudi hampir 2 jam menuju Bandung. Belum lagi, terkena macet di Jalan Sukajadi saat menuju Lembang. Setelah itu, sekitar jam 18:00, kami jalan kaki ke Kafe Tortilla di Eldorado, 500 meter dari Alam Permai. Kami memesan makanan dan minuman sambil menikmati live music yang ada di Kafe itu. Setelah kenyang, saya mengajak Michael untuk pulang. Tapi dia sepertinya masih betah, padahal saya udah ngantuk. Apalagi live music udah gak karuan. Nyanyinya udah makin gak jelas. Baru belakangan ada seorang tante yang menyanyikan lagu gereja. Waktu Michael pamit ke toilet, saya pikir sebentar lagi udah mo pulang. Tapi sekembalinya Michael dari toilet, dia masih gak mau pulang juga. Sampai si tante udah selesai nyanyi, kami masih belum beranjak.
Tiba-tiba si tante turun dari panggung dan… “Maaf ya Bu, diseling dulu. Untuk Ibu Yenny yang sedang berulang tahun ke-29. Ada request lagu dari Bapak Michael.” Rasanya seperti mimpi. Alunan lagu Happy Birthday diiringi tepuk tangan menyadarkan saya. Seorang waiter datang membawa kue coklat bundar dengan 1 lilin di tengah. Saya hanya tertawa, gak tau harus ngapain. Saya ambil kamera dari tas, dan Michael lalu foto saya yang sedang tiup lilin. Kata Michael, “Udah make a wish?” Dan saya menggeleng. “Gak perlu make a wish. Apa yang aku minta udah kamu kasih.” Dan saya berkaca-kaca menahan tangis. Tanpa menghiraukan sekitar, saya kecup pipi Michael. Saya bahagia. Dan malam itu pun kami lalui dengan indah dan penuh kemesraan. Saya gak ingin malam itu cepat berakhir.
Esok pagi, kami breakfast di hotel. Setelah itu kami mampir di Batagor Kingsley, lalu pulang. Jam 10:20 kami berangkat. Jam 12:00 kami sampai di Jakarta. Perjalanan kami menyenangkan. Saya sempat foto dari atas jembatan terpanjang. Senang sekali. Siang itu kami mampir ke Karet, membawakan semua pesanan mama dan kakak saya. Dan sorenya kami sudah sampe di rumah. Home sweet home. Tapi tetep aja, saya gak sabar mo ke Bandung lagi. Hehehe. ^-*
Dedicated to Michael.
Gak ada kata yang bisa mengungkapkan seberapa besar rasa sayang dan cintaku ke kamu.
I love you more and more and more and more…
this is about our life. about michael and yenny's life. how we met, how we found and complete each other, and how we become one.
Monday, July 25, 2005
Thursday, July 21, 2005
Lovely B’day
Lovely B’day
Pukul 00:30 menjelang 19 Juli 2005. Kecupan mesra dari Michael langsung saya dapatkan, ditambah senyum malu-malu karena gak tepat tengah malam. “Happy birthday yah…” Senangnya hati ini. Walaupun terlambat 30 menit, tapi tetap Michael yang paling pertama. Saya berharap hari ini akan seindah kecupan Michael yang mengawali hari saya di usia 29 tahun.
Pagi-pagi saya makan telur merah dan mie putih buatan mertua. Biasa, tradisi dari keluarga Michael. Sebelum berangkat kantor, saya menyempatkan diri membuka hadiah yang diberikan boss saya kemarin sore. Seprai cantik berbunga-bunga warna biru langsung ada di tangan saya. Well, sudah ada 1 keindahan yang saya terima lagi. Lalu berangkatlah saya dengan hati riang ke kantor. Pagi ini saya gak membawa apa-apa. Saya sudah memesan 1 loyang kue bluder tape untuk dibagikan. Teman yang lain juga memesan 1 loyang lagi untuk hadiah saya, sehingga cukup untuk dibagikan 1 kantor. Kebetulan ada 1 teman kantor saya yang ahli bikin kue. Kepinginnya sih bikin sendiri, tapi apa mau dikata, saya gak punya oven untuk memanggang kue. Jadinya saya cuma bisa bikin puding atau masakan aja.
Ucapan selamat saya dapatkan dari teman-teman kantor seiring dengan pembagian kue bluder tape yang cantik berhiaskan keju parut panggang. Saya sendiri mendapat 1 loyang ukuran sedang untuk dibawa pulang, dan 1 loyang apple cake dari teman yang lain lagi. Jadinya tahun ini 3 orang teman kantor memberikan kue sebagai hadiah ulang tahun saya. Memang mengenyangkan, tapi hati saya senang. Bahkan sekretaris kantor yang sedang bed rest saat kehamilannya menyempatkan diri untuk sms ke saya. Saya sempat sedih karena justru all of my sisters yang terlambat memberikan ucapan. Teman baik saya yang ada di OZ aja udah duluan kirim sms. Tapi ternyata karena masalah anak sekolah membuat mereka lebih konsentrasi mengurus anak masing-masing. Jadilah saya tidak diprioritaskan. Tapi untungnya sebelum jam makan siang, mereka udah serempak telpon dan kirim sms. Jadi saya gak sedih lagi. Sore itu saya ke Karet. Mama udah bikin misoa dan masakan lain untuk merayakan kecil-kecilan. Lumayan, jadinya gak usah masak di rumah. Setelah makan, kami langsung pulang.
Well, ulang tahun kali ini saya memang tidak mendapat hadiah apa-apa dari Michael. Tapi saya udah bilang sama dia, saya lebih suka mendapat banyak pelukan seharian itu. So, sejak bangun pagi sampai saya terlelap lagi di hari itu, saya telah mendapatkan hadiah yang paling saya inginkan tahun ini. Michael tak bosan-bosannya memberikan kecupan dan pelukan sesering mungkin. Dan, saya bahagia. Kadang muncul tanda tanya dalam hati, apakah kebahagiaan ini akan selamanya? Saya ingat, itu adalah permintaan saya sejak pertama kali saya menandatangani surat nikah di gereja. Saya ingin kehidupan pernikahan kami tidak berubah menjadi monoton dan penuh kebosanan. Saya ingin kehidupan pernikahan kami selalu indah dan penuh kejutan manis dari awal hingga akhir nanti. Dan setelah hampir 2 tahun menikah, Michael sudah membuktikan bahwa keinginan saya selalu terpenuhi.
Dedicated to Michael.
I always wanna have a lovely birthday since I met you.
Thanks to you, it’s always be a lovely one.
I love you.
Pukul 00:30 menjelang 19 Juli 2005. Kecupan mesra dari Michael langsung saya dapatkan, ditambah senyum malu-malu karena gak tepat tengah malam. “Happy birthday yah…” Senangnya hati ini. Walaupun terlambat 30 menit, tapi tetap Michael yang paling pertama. Saya berharap hari ini akan seindah kecupan Michael yang mengawali hari saya di usia 29 tahun.
Pagi-pagi saya makan telur merah dan mie putih buatan mertua. Biasa, tradisi dari keluarga Michael. Sebelum berangkat kantor, saya menyempatkan diri membuka hadiah yang diberikan boss saya kemarin sore. Seprai cantik berbunga-bunga warna biru langsung ada di tangan saya. Well, sudah ada 1 keindahan yang saya terima lagi. Lalu berangkatlah saya dengan hati riang ke kantor. Pagi ini saya gak membawa apa-apa. Saya sudah memesan 1 loyang kue bluder tape untuk dibagikan. Teman yang lain juga memesan 1 loyang lagi untuk hadiah saya, sehingga cukup untuk dibagikan 1 kantor. Kebetulan ada 1 teman kantor saya yang ahli bikin kue. Kepinginnya sih bikin sendiri, tapi apa mau dikata, saya gak punya oven untuk memanggang kue. Jadinya saya cuma bisa bikin puding atau masakan aja.
Ucapan selamat saya dapatkan dari teman-teman kantor seiring dengan pembagian kue bluder tape yang cantik berhiaskan keju parut panggang. Saya sendiri mendapat 1 loyang ukuran sedang untuk dibawa pulang, dan 1 loyang apple cake dari teman yang lain lagi. Jadinya tahun ini 3 orang teman kantor memberikan kue sebagai hadiah ulang tahun saya. Memang mengenyangkan, tapi hati saya senang. Bahkan sekretaris kantor yang sedang bed rest saat kehamilannya menyempatkan diri untuk sms ke saya. Saya sempat sedih karena justru all of my sisters yang terlambat memberikan ucapan. Teman baik saya yang ada di OZ aja udah duluan kirim sms. Tapi ternyata karena masalah anak sekolah membuat mereka lebih konsentrasi mengurus anak masing-masing. Jadilah saya tidak diprioritaskan. Tapi untungnya sebelum jam makan siang, mereka udah serempak telpon dan kirim sms. Jadi saya gak sedih lagi. Sore itu saya ke Karet. Mama udah bikin misoa dan masakan lain untuk merayakan kecil-kecilan. Lumayan, jadinya gak usah masak di rumah. Setelah makan, kami langsung pulang.
Well, ulang tahun kali ini saya memang tidak mendapat hadiah apa-apa dari Michael. Tapi saya udah bilang sama dia, saya lebih suka mendapat banyak pelukan seharian itu. So, sejak bangun pagi sampai saya terlelap lagi di hari itu, saya telah mendapatkan hadiah yang paling saya inginkan tahun ini. Michael tak bosan-bosannya memberikan kecupan dan pelukan sesering mungkin. Dan, saya bahagia. Kadang muncul tanda tanya dalam hati, apakah kebahagiaan ini akan selamanya? Saya ingat, itu adalah permintaan saya sejak pertama kali saya menandatangani surat nikah di gereja. Saya ingin kehidupan pernikahan kami tidak berubah menjadi monoton dan penuh kebosanan. Saya ingin kehidupan pernikahan kami selalu indah dan penuh kejutan manis dari awal hingga akhir nanti. Dan setelah hampir 2 tahun menikah, Michael sudah membuktikan bahwa keinginan saya selalu terpenuhi.
Dedicated to Michael.
I always wanna have a lovely birthday since I met you.
Thanks to you, it’s always be a lovely one.
I love you.
Subscribe to:
Posts (Atom)