Friday, May 28, 2004

Damage

Damage

Film tahun 1992 berjudul 'Damage' ini bercerita tentang seorang ayah yang berselingkuh dengan tunangan anaknya sendiri.

Jeremy Irons berperan sebagai Stephen, sang ayah. Miranda Richardson berperan sebagai Ingrid, sang ibu. Anaknya, Martyn, diperankan oleh Rupert Graves, sedangkan sang tunangan, Anna, diperankan oleh Juliette Binoche.

Stephen adalah seorang ayah yang kaku dalam mendidik kedua anaknya, Martyn dan Sally. Perannya dalam dunia parlemen membuatnya menjadi tidak hangat dan tidak ada 'passion.' Begitu juga dengan Ingrid. Ingrid adalah seorang istri yang tenang, lembut dan keibuan. Tidak ada keliaran dalam diri mereka berdua. Sampai suatu hari muncul Anna, kekasih dari Martyn, yang di awal film sudah menggoda Stephen. Keberanian Anna membuat keliaran Stephen muncul. Tanpa mengingat kalau Anna adalah kekasih anaknya, Martyn. Mereka memulai suatu perselingkuhan. Setiap ada kesempatan, Stephen langsung ke rumah Anna, dan memulai percintaan mereka yang bernafsu dan menggelora. Di tempat umum pun, mereka mencari tempat sepi untuk bercinta. Percintaan yang singkat, bernafsu dan penuh sensasi.

Sampai satu saat Martyn mengumumkan pertunangan mereka. Stephen sangat terkejut. Ia menginginkan Anna hanya untuk dirinya sendiri. Ia bahkan berniat menceraikan Ingrid, untuk kemudian menikahi Anna. Tapi, Anna menolak. Anna yakin mereka berdua lebih menyukai perselingkuhan yang sembunyi-sembunyi, dibanding jika mereka menikah. Anna menekankan bahwa kehidupan pernikahan Stephen sudah baik. Jangan membuat hidupnya jadi lebih sulit.

Perselingkuhan mereka tercium oleh ibu dari Anna. Beliau memperingatkan Stephen untuk menjauhi Anna. Awalnya Stephen menyetujui hal tersebut. Ia menelepon Anna dan mengatakan bahwa mereka harus mengakhiri semuanya. Mereka harus mengakhirinya. Sampai suatu saat Stephen mendapat kiriman kunci flat Anna yang baru. Anna menyewa flat baru karena Martyn pindah ke flatnya yang lama. Mereka sudah tinggal bersama. Mereka memang sedang merencanakan pernikahan mereka. Tetapi, karena kerinduan pada Stephen, Anna rela menyewa flat baru.

Beberapa kali Stephen dan Anna bertemu di flat itu. Bertemu untuk bercinta. Untuk mengeluarkan keliaran dalam diri mereka. Untuk mengeluarkan nafsu dan gelora mereka berdua. Sampai suatu saat, Martyn muncul tanpa diduga. Martyn muncul di gedung flat tersebut. Perlahan naik ke atas, mencari kamar Anna. Martyn mendengar desah nafas wanita di dalam kamar tersebut. Perlahan Martyn mendekati kamar itu. Suara desah wanita masih terdengar. Kunci kamar flat itu tertinggal di depan kamar. Tertinggal karena kecerobohan Stephen. Tanpa suara, Martyn membuka kamar tersebut, dan melihat adegan percintaan calon istrinya dengan ayahnya sendiri. Stephen tersadar dan langsung bangun dari ranjang untuk menghampiri Martyn dengan pandangan bersalah. Martyn mundur. Terpana. Tak percaya. Tak menyangka kalau ini akan terjadi pada dirinya. Mundur dan semakin mundur. Sampai akhirnya, Martyn terjatuh. Terjatuh dan tewas seketika.
Tak percaya, Stephen langsung turun dan menghampiri Martyn. Tanpa mengenakan sehelai pakaianpun, tanpa mengingat malu sedikitpun, tanpa menghiraukan sekelilingnya, Stephen memeluk Martyn. Menangis tersedu-sedu. Memeluk dan menangisi kematian anaknya, buah dari perbuatannya.

Saat Stephen pulang ke rumah, ia melihat Ingrid sedang duduk di dapur. Wajahnya memar-memar dan penuh air mata. "Apa yang terjadi?" tanya Stephen. Ingrid menatapnya dengan pandangan benci, "Sakitnya tak tertahankan (The pain was so unbearable). Aku memukuli diriku sendiri." Kesedihan seorang ibu kehilangan anaknya. Kesedihan seorang istri kehilangan cintanya. Kesedihan seorang manusia kehilangan kepercayaannya. Ingrid menjelaskan bahwa Martyn menerima telepon dari seseorang mengenai flat baru Anna. Martyn tidak pernah mengetahui tentang flat tersebut. Itu sebabnya ia mencatat alamat flat baru tersebut, dan bermaksud menemui Anna. Tapi, ternyata Martyn hanya menemui luka dan kematiannya.

Pertanyaan yang terlintas dalam pikiran saya adalah: Apakah itu yang diinginkan seorang suami yang mengkhianati istrinya? Apakah itu yang diinginkan seorang ayah yang mengkhianati anaknya? Walaupun bukan tunangan anaknya yang diselingkuhi, apapun yang terjadi, jika seorang suami dan seorang ayah berselingkuh, sang suami sudah mengkhianati istrinya, dan sang ayah sudah mengkhianati anaknya. Jadi, apa "keuntungan" dari perselingkuhan? Damage.

Dedicated to all husbands in the world.
Never betray your wife and your children.

Regards,
Yenny
December 26th, 2003