Keindahan yang Diberikan Tuhan
Semua orang pasti pernah mengalami kekecewaan maupun kebahagiaan dalam hidup ini. Saya mungkin hanya salah satu contohnya. Sering sekali saya dikecewakan, tetapi ada kebahagiaan yang masih mengikuti saya. Dan kali ini, kebahagiaan yang saya dapatkan adalah yang terindah.
Semua berawal dari satu kejadian yang membuat saya membenci laki-laki. Ada orang menipu saya. Padahal saya percaya sepenuhnya. Tapi untung juga sih, karena orang itu akhirnya menghilang dari kehidupan saya, entah ke mana. Sejak saat itu, saya tidak mau lagi berhubungan dengan yang namanya laki-laki.
Saya menyibukkan diri dengan surfing di internet, mencari-cari artikel yang menguatkan saya, sampai satu saat ada yang mengirimi saya satu artikel bagus (judulnya Lukisan yang Rusak). Di situ diceritakan bagaimana Tuhan memberikan jalan yang mungkin sedikit menyakitkan, untuk menyelamatkan kita dari jalan lain yang lebih menyengsarakan. Jadi, saat membaca artikel itu, saya sadar kalo mungkin kejadian yang menimpa saya adalah untuk menyelamatkan saya dari kejadian yang lebih menyeramkan lagi.
Akhirnya saya mencari-cari darimana artikel itu berasal. Saya mengetahui kalo artikel itu dikirim melalui salah satu milis Kristen di yahoogroups. Dan saya langsung mendaftar di milis tersebut. Dari milis itulah saya mengenal milis Api Katolik. Kebetulan saya bukan beragama Kristen, tapi Katolik. Sehingga saya memutuskan untuk pindah dari milis Kristen tersebut ke milis Api Katolik.
Sambil mengikuti milis Api Katolik, saya mengenal seorang laki-laki yang mencoba mendekati saya. Dia begitu memperhatikan saya, dan menguatkan saya sembari meyakinkan kalo laki-laki itu gak semuanya hidung belang. Dan, saya percaya padanya. Saya percaya kalo dia gak seperti laki-laki lainnya. Saya mulai dekat dengannya.
Sampai satu hari, saya iseng2 membuat milis mengenai kehidupan sehari-hari. Saya pikir, saya banyak memiliki artikel yang saya ambil dari buku, majalah, maupun milis2 di internet. Dari sekadar iseng, saya mulai agak serius. Padahal awal saya membuat milis itu, anggota saya cuma 3 orang, termasuk saya.
Tapi sayangnya, hubungan saya dengan doi mulai retak. Di antara kami kurang adanya komunikasi. Dan saya tau kalo dia tidak serius dalam menjalani hubungan dengan saya. Saya kecewa. Di saat rapuh itu, saya berpikir untuk menghapus milis yang sudah saya buat. Saya pikir, milis itu hanya akan membuat saya makin stress. Tapi tiba2 saja, saya berubah pikiran. Saya mulai melihat adanya kebahagiaan setiap kali saya mengirim artikel atau membaca artikel yang dikirim oleh anggota2 milis saya. Saya pun mulai rajin mengirim invitations ke semua email yang saya kenal. Bahkan ada anggota yang akhirnya membantu saya memberikan email2 ataupun mengambil secara acak dari email2 forward yang bertebaran di setiap kiriman.
Saya mulai bangkit. Rasa percaya diri saya tumbuh. Saya mulai menjadikan hidup saya sebagai pelayanan. Pelayanan kepada semua orang yang menjadi anggota milis saya. Dan... saya belum mau memikirkan masa depan saya lagi. Saya lelah. Saya hanya ingin bersenang-senang. Saya terlalu takut untuk kecewa lagi. Saya hanya berjanji pada diri saya sendiri, laki-laki yang terakhir kali menjadi kekasih saya adalah laki-laki yang akan menjadi pasangan hidup saya. Dan itu berarti, saya harus lebih ekstra berhati-hati dalam menentukan pilihan maupun mengambil keputusan.
Masih teringat dalam benak saya. Ada saat di mana saya terpaksa mengistirahatkan milis saya. Kantor saya - tempat saya biasa melakukan aktivitas milis - libur. Saya sebenarnya tidak rela meninggalkan aktivitas milis saya. Milis itu sudah seperti keluarga saya sendiri. Rasanya ada yang hilang kalo sehari nggak liat2 di milis itu. Tapi terpaksa saya lakukan. Toh saya masih bisa mengecek milis saya dari warnet.
Pertama kali saya menerima sms darinya, saya udah merasakan hal aneh yang menyenangkan. Dia bilang, dia anggota baru milis saya. Baru masuk setelah saya mengistirahatkan milis saya, dan mencoba menghubungi saya via nomor hp yang saya cantumkan di milis itu. Aneh juga. Saya paling takut mencantumkan nomor hp saya di internet. Banyak problem yang bisa muncul. Tapi tetap saja saya cantumkan. Dan mungkin emang udah jalannya. Dia sendiri mengaku kalo dia dikirimin invitation. Invitation-nya pun langsung di-delete tanpa dibaca lagi. Tapi, dia bilang, ada sesuatu yang membuat dia membaca invitation itu sebelum mengosongkan trash-nya. Dan dia tertarik untuk masuk ke milis saya. Sekali lagi, mungkin emang udah jalannya. ^_^
Kami saling bertukar cerita. Kecocokan di antara kami makin terasa setelah 2 hari kami bertelepon-ria. Dan dia tidak sabar untuk bertemu. Well, why not? Walaupun saya jelas2 tidak pernah berani untuk melakukan blind date hanya dalam waktu 2 hari, tapi saya merasa tertantang untuk melakukannya kali ini. So, di hari ke-3 kami kenalan, saya mendatangi kantornya. Kebetulan kantornya dekat dengan rumah saya. Gak lama saya nunggu, dia muncul di hadapan saya. Surprise? Jelas banget. Ternyata dia menyenangkan sekali. Dan kami langsung menjadi dekat.
Selama liburan, dia selalu menemani saya. Entah menemani di rumah, atau pergi jalan-jalan. Pokoknya liburan kami kemarin, bener2 menyenangkan. Dan setelah jatuh-bangun dalam kedekatan kami, kami yakin kalo kami memang harus saling memiliki. Bener2 surprise saat dia akhirnya meminta saya untuk menjadi kekasihnya. Dia selalu bisa memberikan kejutan-kejutan manis buat saya. Dia tau apa yang bisa menyenangkan saya. Dan dia selalu berusaha menyenangkan saya. Betapa beruntungnya saya dipertemukan dengannya. Kebaikan dan ketulusan hatinya membuat saya tidak ragu dalam mengambil keputusan untuk menerima cintanya.
Tetapi, masa lalu selalu menghantui saya. Saya takut dikecewakan lagi. Masa lalu saya melibatkan banyak laki-laki yang selalu menyakiti hati saya. Dan dia mengerti. Masa lalu dia melibatkan banyak wanita yang selalu menyukai dan mengaguminya. Saya cemburu. Berkali-kali dia minta saya untuk percaya bahwa hanya saya yang ada di hatinya. Dan berkali-kali pula saya minta dia untuk mengerti ketakutan saya. Kami saling mengecewakan. Kami saling meminta maaf. Kami saling memaafkan. Kami saling menyayangi. Dan kami saling mencintai.
Setelah sekian lama melihat sendiri betapa besar cinta dan sayangnya pada saya, saya percaya kalau Tuhan sudah memberikan keindahan buat saya. Dan ini sungguh luar biasa membahagiakan.
Dedicated to My "Angel."
Thanks for loving me.
You know that you're the best thing that ever happened to me in my whole life.