Proud of You
Pertemuan dengan beberapa members milis Jalan Sutra (JS) di Taman Anggrek kemarin telah memberikan kesan tersendiri bagi saya dan suami. Buat saya, rasanya seperti mimpi. Selama ini saya hanya mengenal segelintir nama-nama yang sering muncul di milis, seperti Om Sindhiarta, Pak Gatot dan yang lainnya. Tak disangka, akhirnya bertemu jua. Milis saya sendiri pun belum pernah mengadakan gathering, sehingga sampai sekarang saya masih belum tahu seperti apa tampang-tampang members milis Love Our Life (LOL). Sepertinya hanya dunia maya buat saya. Tapi dengan bertemu members JS, saya seperti ditepuk dari belakang, seperti disiram air dingin, seperti dibangunkan dari tidur yang panjang. Ternyata dunia maya itu benar-benar ada. Saya bahkan bertemu dengan beberapa orang yang selama ini hanya dapat saya baca tulisannya di milis. Sepertinya mereka muncul dari balik layar panggung sandiwara, di mana saya berdiri menunggu pertunjukan dimulai.
Rasa terima kasih saya belum hilang hingga saat ini, saat saya menulis ini, kepada Om Sin. Saya hanya butuh meluangkan waktu sedikit untuk datang ke Taman Anggrek, tanpa berbuat apa-apa, hanya menunggu, tahu-tahu saya sudah memiliki 11 jilid buku perjalanan Prof. HOK Tanzil, yang dapat saya baca dengan hati senang. Terima kasih, Om Sin atas semua yang telah dilakukan untuk kami, para members JS.
Kesan lain juga didapat suami saya dari pertemuan ini. Sepanjang perkenalan dengan teman-teman dari member milis JS, Om Sin tak henti-hentinya memperkenalkan saya sebagai "Yenny, yang bikin Pak Bondan nangis." Muka saya pasti udah merah kaya kepiting rebus. Tak henti-hentinya pujian mengalir dari mulut teman-teman atas keindahan website yang saya buat. Padahal, murni website itu hanya iseng semata. Karena tertarik dengan blog Mr. Yohan yang profesional, saya jadi berniat untuk mempersembahkan website kepada belahan jiwa saya, suami tercinta. Tapi ternyata setelah membuat website tersebut, saya malah ingin mempersembahkannya untuk semua orang.
Mendengar pujian dari teman-teman, ternyata menambah kebanggaan suami terhadap saya. Sampai di rumah pun, Michael masih sibuk memuji-muji saya, karena telah menggerakkan hati banyak orang dengan memperkenalkan website itu. Senang rasanya melihat binar-binar di matanya. Walaupun saat pertemuan itu ia tak banyak bicara, tapi saya bisa merasakan betapa bangganya dia terhadap saya.
Cuma belakangan baru saya tahu bahwa ada 1 hal yang mengganjal hatinya. Michael merasa canggung di depan teman-teman sekalian. Ia merasa minder. Begitu banyak hal yang ia dengar dari teman-teman semua. Ada yang sering ke luar negeri, ada yang punya usaha sendiri, ada yang sering mengadakan tour ke tempat-tempat unik, bahkan ada yang baru pulang dari Riyadh. Rasanya ia tak punya kisah sukses yang bisa dibanggakan. Ia seperti tak punya apa-apa. Ia hanya seorang yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan di Jakarta. Hanya itu. Bagi dia, hanya itu yang ia punya. Dan itu bukanlah hal menarik yang bisa diceritakan atau di-share ke semua orang. Bukan sesuatu yang membanggakan.
Saya sedih mendengar isi hatinya. Saya gak nyangka kalo ia malahan jadi minder. Terus terang, saya sendiri tidak merasa minder, walaupun saya tahu bahwa banyak sekali orang hebat di milis JS ini, malahan saya bangga karena saya adalah salah satu orang yang mengenal orang-orang hebat tersebut, biarpun cuma via milis. Saya pernah minder dulu, tapi keminderan saya sudah lenyap seiring dengan pertemuan saya dengan Michael. Michael-lah orang yang sudah menumbuhkan rasa percaya diri saya. Michael-lah orang yang sudah menyadarkan saya betapa saya juga punya kemampuan yang bisa saya banggakan. Tapi di dalam hatinya, ia pun punya rasa itu.
Saya peluk dia dan saya katakan, "Sayang, aku bangga sama kamu. Apa pun yang orang lain banggakan, itu bukan urusanku. Aku hanya turut senang dengan prestasi yang mereka raih. Tapi aku paling bangga sama kamu. Kenapa kamu bilang kamu gak punya yang bisa dibanggakan? Sayang, kamu punya aku. Apa kamu gak bangga?"
Dan Michael cuma tersenyum simpul. "Oh iya, aku lupa. Aku adalah satu-satunya orang yang memiliki kamu. Gak ada lagi yang memiliki kamu, selain aku. Dan, emang bener, aku bangga sekali."
So, problem solved and case closed. Michael udah gak mengungkit-ungkit lagi tentang ke-tidak PD-annya. Saya pun kembali tersenyum sambil sibuk buka-buka fotocopy-an yang baru saya dapatkan tadi siang. Tapi, masih ada yang mengganjal di hati saya. Setelah bertahun-tahun gak pernah ke Taman Anggrek, saya mulai bingung sendiri. Resto-nya sudah berubah banyak dibanding waktu saya sering ke sana. Kira-kira, resto mana ya yang paling enak untuk dicoba bareng Michael?
Dedicated to Michael.
I'm proud of you, Honey, always...